Math Logic for Religion

Apa yang dibaca saat bangun pagi hari ini adalah pernyataan menang dari salah satu pihak. Menang dari twitwar yang dilancarkan semalam. Kemudian saya jadi penasaran apaan sih isi twitwarnya hmm hmmm… Pernyataan itu terulis di fans page akun orang yang terlibat twitwar.

Setelah baca isi twitwarnya ternyata masalah klasik. Per-Jidalan antara teman IM dengan teman JIL. Perjidalan yang sebenarnya sudah usang namun diangkat kembali. Teman IM mencoba meruntuhkan logika berpikir teman JIL. Saling melontarkan pertanyaan terjadi. Saling meminta jawaban terjadi. Pattern saling tanya ini selalu terjadi di setiap perjidalan seperti ini. Pertanyaan untuk meruntuhkan logika.

Setelah membaca artikel di fans page tersebut ada hal yang mengugah pemikiran kritis saya. Yaitu perkara Pak Quraish Shihab (QS). Bahkan sampai sekarang masih santer dihembuskan Pak QS orang berpaham Syi’ah. Padahal di beberapa media lain sudah beliau lakukan klarifikasi.

Pernah juga debat masalah ini dengan teman di suatu grup whatsapp. Malah merembet tanya-tanya pemahaman saya soal tawasul dll. Hmmm lebih baik ngeles ajah karena saya sudah paham mau dibawa ke mana arah debat kalau saya jawab menggunakan jawaban teman-teman dari NU mengenai perkara tawasul, tabarruk, istighosah, muludan.

Oke lanjut ke perkara Pak QS. Pak QS sampai sekarang masih ada yang menuduh beliau Syi’ah. Benarkah? Wallohu‘alam. Ada lagi satu isu sektarian yang mengobarkan semangat Syiah bukan Islam. Bukan Islam berarti kafir dong ya?

Mari kita ingat-ingat sebentar pelajaran matematika SD. Jika A = B dan B = C, maka A = C. Sepakat yaa dengan logika matematika ini. Kalo ga sepakat ya stop sampai sini deh heu heu heu.

Oke dengan menggunakan logika matematika di atas mari kita tarik kepada isu Pak QS. Pak QS dianggap Syiah. Syiah bukan Islam. Jadi Pak QS bukan Islam. Dalam terminologi orang di luar Islam menurut orang Islam ya kafir. Jadi berdasarkan logika matematika ABC tadi Pak QS secara tidak langsung dituduh kafir oleh orang-orang yang menstempel beliau orang syiah.

Padahal nih yaa ga segampang itu melabelkan kafir kepada seseorang. Bahkan selevel Imam Ghazali saja sangat berhati-hati dalam hal ini. Nah ini baru mengerti Islam ga sampe mendalam, ga pernah bikin tafsir Al-Qur’an, ilmu masih cetek udah nuding-nuding orang lain ga bener. Hmmm banyak-banyak ngaca jiwa deh. Islam itu mengjawantah dalam laku lampah sehari-hari.

Salam…

Math Logic for Religion

Posting Consistency

Terakhir ngisi blog hari Jum’at kemarin. Tak terasa yaa dari hari Sabtu, Ahad, Senin, Selasa tidak ada postingan di blog ini. Ternyata tidak mudah ya konsisten menulis setiap hari. Tentunya di 4 hari absen menulis kemarin ada hal-hal yang menghalangi.

Tapi, gara-gara absen menulis selama 4 hari maka saya punya utang postingan di blog ini sebanyak 4 artikel. Teringat akan kejadian 4 hari yang lalu saat anak sakit. Tangan jadi tidak leluasa menyentuh gadget untuk memposting. Tiap saat harus memperhatikan kondisi anak yang lagi demam.

Terimakasih yaa Tuhan anak saya sudah mereda demamnya di hari Senin lalu. Terimakasih banyak atas perlindunganMu di hari Selasa saat memperjalankanku dari Malang ke Jakarta.

Tolonglah Tuhan, saya sudah kehabisan kata-kata berawalan huruf T untuk memulai tiap kalimat dalam posting kali ini. Tertatih-tatih tentunya dalam mengisi utang posting 4 hari yang lalu. Turunkanlah inspirasi kepada hambaMu yang hina ini.

Terimakasih 🙂

Posting Consistency

Title in English

Somehow i got likes and followers by posting with english title . Padahal yaa isinya lokal bahasa Indonesia. Pasti tuh orang-orang nge-like karena title nya ajah yang bahasa Inggris.

Emang sih yang ngelike dan ngefollow orang-orang overseas. Blognya pun pake bahasa inggris. Saya masih belom pede nulis pake bahasa Inggris. But sure dengan menulis pake bahasa inggris akan melatih otot otak kita untuk menulis.

Jadi next time harus ada postingan pake bahasa inggris walopun ngaco. I must heuheuheu. Untuk mencapai tujuan itu harus maksain diri baca tulisan bahasa inggris untuk menambah vocab, pola kalimat, ungkapan dan sebagainya.

Hihihi barusan tau dari google translate kalo tittle dan title itu artinya berbeda. Tuh kan dari vocab ajah masih ngaco. Ayo-ayo belajar lageee… Heuheuheuheu…

Welcome.

Title in English

Minimalist Transportation

Ini sebenernya pengen ngirit. PP Jakarta – Malang naik matarmaja. Pengen pulang ke Malang hari Jum’at lha ya kok udah habis tiketnya. Waktu search hari kamis alhamdulillah ada.

Fix deh hari kamis berangkat ke Malang naik Matarmaja. Kereta berangkat jam 15.15 WIB. Jadi ceritanya hari ini masuk ½ hari. Alhamdulillah punya leader dan perusahaan yang pengertian :):)

Rencana awal pengen naik ojeg ke stasiun Senen. Namun, mengingat BBM baru naik dan driver Ojeg yang suka ngawur pasang tarif maka saya putuskan naik Metromini ajah. Bayangkan tarif taxi dengan argo kadang bisa lebih murah daripada Ojeg.
Saat memutuskan naik Metromini ada dua opsi. Jalan menuju selatan depan rumah sakit pertamina atau menuju utara depan ITC Cempaka Mas. Hmmm karena jarak jalan yang hampir sama antara dua lokasi tersebut saya melangkahkan kaki menuju ITC Cempaka Mas. Jalur dari depan Rumah Sakit Pertamina sering macet.

Lebih kurang perjalanan 20 menit sampailah ke Stasion Senen. Hmmm naik Matarmaja Jakarta – Malang lagi setelah hampir 4 tahun. Sekarang kondisi Matarmaja lebih beradab dibandingkan 4 tahun yang lalu. Lebih teratur.

Naik Matarmaja memantik ingatan kejadian-kejadian 4 tahun yang lalu. But sure, kali ini perjalanan minimalist dari segi biaya dan barang-barang yang dibawa. Boleh dibilang cuman bawa badan ajah hehehe.

Next merumuskan perjalanan minimalist with happiness. Aahh maaf kalo grammar english nya salah.

Salam.

Minimalist Transportation

Mejret

Beuh judulnya enggak banget hehe. Tapi emang kok hari ini bener-bener mejret habis Yoga.

Badan berasa pegel banget. Entah kurang pemanasan atau posenyaa yang lama ga dilakuin. Pose yang berasa banget pas narik tangan ke belakang panggung.

Bahu yang terasa pegel banget. Baiklah saatnya tidur.

Namaste.

Mejret

Keberkahan

BBM jadi resmi naik hari ini sejak diumumkan kemarin. Padahal harga minyak mentah dunia lagi turun. Ramailah dunia online dan dunia offline. Ramai saling berbantah-bantahan begitu riuh rendah. Pro dan kontra biasalah. Bahkan, muncul berbaga macam meme yang kadang terlalu memaksakan.

Satu hal yang perlu diingat adalah dulu saat PDIP menjadi oposisi, mereka partai yang paling getol menolak kenaikan BBM di jaman pemerintahan SBY. Sekarang belum genap 1 bulan menjabat presiden dari kader partai banteng itu menaikkan BBM bersubsidi. Benar-benar kontradiktif. Pepesan kosong.

Saya teringat akan kesuburan dan kekayaan alam negara ini. Kekayaan alam ini seolah membari isyarat bahwa kekayaan itu tidak berkorelasi dengan keberkahan. Sedikit tapi berkah itu jauh lebih berarti daripada banyak tapi membawa bala. Coba lihat sejak jaman perjuangan kemerdekaan, justru kekayaan alam ini yang menjadi penarik orang-orang biadab menindas rakyat nusantara. Hal ini berkorelasi juga dengan keberkahan pendapatan kerja kita.

Semakin besar pendapatan seseorang belum tentu mendapat keberkahan di dalamnya. Salah satu wujud keberkahan itu adalah diturunkannya rasa qona’ah dah ridha terhadap rezeki yang diterima. Selain itu keberkahan ini dapat berupa kesehatan, anak shaleh, dihindarkan dari rasa stress 🙂

Baru saja terpikirakan mengapa bangsa ini menderita dalam waktu yang cukup lama. Entah ini bala atau ujian. Bila ini bala semoga menjadi kafarat kesalahan dan dosa. Namun, bila ini ujian semoga pertanda baik dari Tuhan Semesta Alam untuk menempa rakyat nusantara sebelum bangkit memimpin dunia.

salam

Keberkahan

Harga BBM Naik

Malam ini diumumkan kenaikan BBM bersubsidi. Bensin dari 6500 jadi 8500. Solar dari 5500 jadi 7500. Wow perliter naik 2000 rupiah.

Pastinya harga-harga barang akan merangkak naik. Kecewa sangat dengan keputusan dari pemimpin negara ini. Dia dan partai pengusungnya tak lebih dari omong kosong.

Baiklah berhenti mengomentari kebijakan ini. Bagi rakyat biasa seperti saya tentu hal ini memberatkan. Solusi simple dari keadaan ini adalah meningkatkan pendapatan atau mengencangkan ikat pinggang.

Hmmm lebih serius menyelami minimalist life style. Karena pendapatan belum kepikiran gimana menaikkannya, saatnya mengencangkan ikat pinggang hihihi.

Salam…

Harga BBM Naik